Obat Impotensi Lemah Syahwat

Obat Impotensi Lemah Syahwat – Agar alat kelamin bisa berfungsi kembali maka tak ada jalan lain selain harus segera diatasi dengan cara melakukan pengobatan terhadap gangguan impotensi tersebut. Cara mengobati impoten atau lemah syahwat bisa bermacam-macam secara umum ada beberapa cara yang biasanya dipakai sebagai sarana untuk mengobati lemah syahwat.

Obat Impotensi Lemah Syahwat

Obat Impotensi Lemah Syahwat

Penyebab Lemah Syahwat

Penyebab organik dari impotensi ereksi dapat dikelompokkan menjadi penyebab endokrin, obat, lokal, neurologik, dan vaskuler. Testosteron plasma yang menurun sekunder dari kegagalan testis merupakan suatu penyebab yang tidak umum namun mudah dikenali dan diatasi. Bagaimanapun hiperprokaltinemia menyebabkan impotensi pada sebagian laki-laki dengan tumor hipofisis yang dapat saja tidak nyata pada pemeriksaan fisis; hiperprolaktinemia menekan produksi lutenizing hormone releasing hormone (LHRH), menyebabkan kadar gonadotropin dan testosteron plasma menjadi dalam kisaran rendah sampai normal rendah. Bromokriptin, suatu agonis dopamin, dapat menurunkan kadar prolatin dan menagatsi impotensi pada pasien ini.

Obat Impotensi Lemah Syahwat

Untuk mengatasi hal tersebut, cobalah minum jamu Obat Impotensi Lemah Syahwat dibawah ini :

Bahan – bahan Obat Impotensi Lemah Syahwat :
1.Satu Ons Jahe
2.Satu butir telur ayam kampung.
3.Satu butir jeruk limau/nipis yang besar.
4.Satu sendok makan kecap yang rasanya manis.
5.Satu sendok makan madu asli (tanpa campuran).
6.Tujuh butir merica.
7.Tiga kuncup lengkuas/laos.

Cara membuat Obat Impotensi Lemah Syahwat:
Jahe diparut,diperas dan diambil airnya,telur dikocok sampai halus,jeruk nipis ditumbuk,diperas diambil airnya,merica dihaluskan kemudian dicampur dengan kecap dan madu (semua bahan).Kemudian dikocok.

Cara memakainya :
Kocokan jamu diminum menjelang tidur malam atau ketika akan melakukan hubungan suami isteri,hasilnya sungguh luar biasa,sisa atau ampas perasan ramuan jangan dibuang tapi cobalah anda seduh dengan air panas.Setelah agak hangat hangat kuku lalu balurkan pada penis/zakar/alat kejantanan anda setelah melakukan hubungan suami isteri,tak berapa lama maka alat kejantanan anda akan bergerak lagi.Dan anda dapat melakukan hubungan suami isteri lagi.

Jika Anda melakukan pengobatan ke dokter, maka biasanya dokter akan memberikan beberapa jenis obat yang memang sudah terkenal di pasaran luas. Misalnya adalah :

  1. Sildenafil sitrat
    Obat oral ini banyak tersedia dan dijual pasaran walaupun hingga saat ini jenis obat ini masih dalam penelitian mengenai inhibitor enzim phophodiesterase (PDE) 5/sildenafil, apomorfin SL (sublingual) dan juga phentolamine. Penggunaan dari obat oral memang terlihat mudah dalam penggunaannya, namun yang harus Anda ingat adalah dalam pemakaiannya harus membutuhkan pertimbangan serta pengawasan yang dilakukan dengan ketat. Karena jenis obat oral juga bisa memberikan suatu efek samping yang tidak terduga dan sangat membahayakan. Oleh karena itulah maka pengawasan dengan lebih teratur masih sangat diperlukan. Hal ini harus dilakukan dalam membantu mencegah terjadinya kemungkinan dari adverse events yang kemungkinan bisa terjadi disaat sedang dalam penggunaan.
    Sildenafil bukan hanya merupakan zat perangsang dan bukanlah obat untuk meningkatkan nafsu seksual, namun cara kerjanya lebih kepada jika ada rangsangan seksual. Dan dengan begitu, hingga saat ini hanya ada sekitar 1 macam jenis obat oral saja yang bisa disebut sebagai oral erotic agent. Sildenafil sendiri bekerja dengan lebih kompetitif dengan cara menghambat enzim PDE 5 sehingga perombakan yang terjadi pada cGMP yang bentuknya terlepas. NO Akibat dari rangsangan seksual yang akan mengalami hambatan. Dan dengan seperti itu akan terjadi suatu relaksasi otot polos korpora kavernosa yang cukup lebih lama lagi untuk mendapatkan suatu ereksi dengan lebih memuaskan. Dengan dosis yang sudah dianjurkan, penggunaan dari sildenafil sendiri tidak akan bisa berfungsi jika memang tidak ada suatu rangsangan seksual.

Obat sildenafil ini mempunyai efek samping. Itu mengapa dalam penggunaannya harus diwaspadai dan harus mendapatkan pengawasan. Efek samping yang muncul adalah :

  1. Efek vasodilatasi : misalnya adalah seperti sakit kepala atau pusing, flushing, rhinitis, dizziness, hipoternsi atau darah endah dan hipotensi postural.
  2. Efek yang terjadi pada saluran pencernaan adalah : mengalami dispepsi dan juga rasa panas yang terjadi pada epigastrium.
  3. Efek dari gangguan visual : penglihatan mata yang terlihat seperti warna kehijau biru-biruan, merasa silau, penglihatan menjadi kabur.

Biasanya gejala yang terjadi akan berlangsung paling tidak selama 1-5 jam yang paling utama adalah jika dikonsumsi dengan dosis yang tinggi. Karena itulah para dokter biasanya menganjurkan pasien untuk mengonsumsi tidak lebih dari 50 mg. Gangguan visus yang terjadi ini bisa disebabkan karena seletivitas sildenafil dengan PDE 5 yang hanya berbeda 10kali dibandingkan dengan PDE 6 yang ada banyak di dalam mata. Oleh sebab itulah penggunaan dari sildenafil ini pada pasien pria yang mengalami masalah retinitis pigmentosa haruslah dipertimbangkan dan harus diwaspadai dengan baik.

Selain itu adanya laporan mengenai efek samping dari penggunaan jenis obat ini seperti serangan jantung dan kematian yang terjadi mendadak. Namun hal ini masih belum diketahui apakah hal tersebut berlangsung akibat sildenafil, aktivitas seksual, penyakit yang dialami oleh pasien yang sebelumnya, atau juga akibat kombinasi dari faktor-faktor yang terjadi tadi. Aktivitas seksual dari pasien dengan kasus penyakit jantung adalah salah satu resiko potensial yang terjadi sendiri.

Obat Impotensi Lemah Syahwat


=====================================

>>> Gasa Untuk Kuat Ereksi dan Atasi Lemah Syahwat, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Lemah Syahwat and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>