Lemah Syahwat Lelaki

Lemah Syahwat Lelaki  – Impotensi atau lemah syahwat ketidakmampuan suami dibidang seksual. Dan secara khusus disebut impotensi coeundi yaitu ketidakberdayaan suami untuk melakukan hubungan seksual. Untuk mengetahui masalah impotensi atau Lemah Syahwat Lelaki  lebih dalam, terlebih dahulu kita harus memahamu bagaimana prises penegangan zakar (ereksi, intishab).

Lemah Syahwat Lelaki

Lemah Syahwat Lelaki

Anatomi Alat Kelamin Pria

Susunan alat kelamin laki-laki terdiri dari :
1. Sepasang buah pelir (testikel) yang dilapisi oleh kandung buah pelir dan mengandung berjuta- juta sel sperma (mani).
2. Vas deferens yaitu suatu pembuluh yang berfungsi untuk mengangkut sel sperma dari tiap-tiap buah pelir menuju ke atas dan sampai ke uretra.
3. Zakar (penis) yang padatnya terdapat saluran kandung kemih yang membawa sel-sel sperma dari buah pelir dan air seni dari kandung empedu.

Zakar inilah yang kemudian bisa menegang atau mengeras (ereksi) apabila terjadi perangsangan seksual. Organ seksual ini mengandung urat saraf dalam jumlah banyak sekali, terurama pada bagian kepala zakar. Bagian inilah yang paling banyak terangsang pada saat hubungan seksual berlangsung.

Ereksinya zakar pada laki-laki dan juga pada alat kelamin perempuan pada umumnya ditimbulkan oleh beberapa faktor diantaranya oleh otak yang menerima gagasan-gagasan, cerita-cerita, atau kesan-kesan yang merangsang. Dan terutama karena melihat hal-hal yang menimbulkan daya tarik dari lawan jenisnya atau karena kerangsangan lokal secara langsung.

Kegagalan zakar untuk berereksi secara normal bisa disebabkan oleh kesan-kesan mental (kejiwaan). Bila terjadi gangguan kejiwaan misalnya saha orang yang berbuat serong tetapi takut dengan keserongannya itu, maka baginya memungkinkan untuk tidak mampu berereksi.

Hal yang harus pertama kali Anda ketahui adalah mengenai anatomi penis. Sistem reproduksi dari pria biasanya terdiri dari testis, saluran kelamin, kelenjar tambahan dan juga penis. Penis adalah mirip seperti kepala cendawan namun pada bagian ujungnya bentuknya agak runcing ke depan. Penis adalah salah satu organ seksual yang paling utama yang letaknya berada pada kedua pangkal paha. Dan penis dimulai dari arcus pubis yang agak menonjol ke arah depan dan bentuknya bulat panjang.

Biasanya dalam keadaan normal, panjang dari penis orang Indonesia adalah sekitar 9-12 cm. Dan sebagian lagi ada yang lebih pendek serta ada sebagian lagi yang ukurannya lebih panjang. Disaat sedang mengalami ereksi yang penuh, maka biasanya penis akan semakin panjang dan juga akan semakin membesar sehingga akan berubah menjadi 10-14 cm. Bagian yang paling utama yang ada di dalam penis adalah bagian erektil atau bagian yang bisa mengecil atau juga flaksid dan bisa mengalami pembesaran hingga keras. Dan jika dilihat berdasarkan dari penampang horizontal, penis biasanya terdiri dari 3 rongga yakni adalah 2 batang korpus kavernosa disebelah kiri dan juga pada sebelah kanan atas. Sedangkan pada bagian bawahnya disebut dengan korpus spongiosa. Kedua dari jenis korpus kavernosa ini bisa diliputi dengan jaringan ikat yang disebut sebagai tunica albuginea, dan satu lapisan jaringan kolagen yang bentuknya agak padat serta diluarnya terdapat suatu jaringan yang kuran padat yang diistilahkan sebagia fascia buck.

Pada bagian korpus kavernosa sendiri biasanya terdiri dari gelembung yang disebut sebagai sinusoid. Dan dinding dalam atau yang disebut sebagai endothel ini bisa berperan dalam bereaksi kimiawi untuk bisa menciptakan suatu ereksi. Ini diperdarahi dengan aretriol yang diistilahkan sebagai arteria helicinia. Dan seluruh dari sinusoid yang diliputi dengan otot polos yang disebut dengan trakebel. Dan kemudian selanjutnya sinusoid yang berhubungan dengan sistem pembuluh balik atau venula yang bisa mengumpulkan darah untuk menjadi suatu pleksus vena yang kemudian mengalirkan darah untuk bisa kembali lewat vena dorsalis profunda dan kemudian selanjutnya akan kembali ke tubuh.

Lemah Syahwat Lelaki

Ereksi adalah salah satu keadaan yang ditandai dengan kaku dan tegak pada penis, seoerti jariingan erektil disaat seang terisi darah yang penuh. Dan pada saat ereksi terjadi, volume dari penis akan semakin bertambah akibat dari darah yang berkumpul di dalam korpus kavernosum dan juga pada korpus spongiosum. Dan untuk orang yang berdiri, maka biasanya penis yang mengalami ereksi akan membentuk suatu sudut yakni adalah sekitar 0 derajat dan juga 45 derajat dari bidang horizontal.

Faktor resiko dari terjadinya masalah lemah syahwat lelaki adalah sindrom metabolisme. Selain itu juga gejala dari saluran kemih bagian bawah yang terjadi akibat dari BPH atau Benign Prostat Hiperplasia, akibat penyakit kardiovaskular, merokok, dan juga suatu keadaan dari sistem saraf pusat, trauma pada spinalis, depresi, mengalami stress, gangguan pada endokrin, dan akibat penyakit diabetes.

Anamnase adalah salah satu hal yang paling penting untuk bisa menegakkan diagnosa dari kaasus lemah syahwat lelaki. Dan evaluasi yang dilakukan pada penderita disfungsi ereksi adalah mengenai riwayat dari merokok, sakit jantung dan juga akibat penyakit stroke. Selain itu juga tanyakan mengenai riwayat dari penggunaan beberapa jenis obat-obatan. Dan berdasarkan dari indeks IIEF jika indeksnya kurang dari 21 maka dikatakan bahwa pasien tersebut mengalami masalah lemah syahwat lelaki. Dan selain itu juga sebaiknya perhatian klasifikasi dari disfungsi ereksi yang sudah dijelaskan. Pemeriksaan fisik yang dilakukan dapat ditemukan bukan tidak adanya suatu respon akan suatu sentuhan, testis kecil, pembesaran yang terjadi pada payudara, dan hilannya rambut wajah, serta adanya pulsasi arteri pada kaki dan penis yang tidak normal.

Lemah Syahwat Lelaki


=====================================

>>> Gasa Untuk Kuat Ereksi dan Atasi Lemah Syahwat, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Lemah Syahwat and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>